Berbeda didalam keluarga itu gaenak,risih,selalu diakhirkan tidak melihat kamu anak pertama,kedua, maupun ketiga itu sungguh menyakitkan. Aku selalu mencoba agar mereka bangga padaku, mungkin emang dasarnya aku tidak diharapkan semua usahaku sia-sia.
Berbeda dikalanga teman-teman dan sahabat pn tidak ada bedanya tetap 'tidak dianggap', semakin kesini aku sudah terbiasa apa itu 'tidak dianggap dan tidak diharapkan' seperti nasi sudah menjadi makanan sehari-hariku. Meminta dukungan ke keluarga sudah tidak ada harapan, mengetik begini saja aku sudah cengeng pantas aku 'tidak berguna' dan tidak kuat seperti kakak dan adik dirumah. Bukan hanya keluarga, yang aku harapkan seperti alm.nenek yang aku banggakan,yang aku harapkan satu-satunya bisa menjadi orang yang menyayangiku sepenuh hati,tidak peduli betapa seringnya aku menangis,mengeluh,bercerita sampai membuat nenek jengah mendengarnya.
Tapi, ternyata setelah mamah bercerita tentang alm.nenek bagaimana dulu bersama cucunya, setelah mendengar keseluruhan cerita...pupuslah sudah harapanku. Tidak ada atau mungkin belum yang bisa aku harapkan, aku tau dunia itu fana, tapi dengan hidupnya bersama tapi terasa sendiri itu sungguh-sungguh menyakitkan. Dengan mencintai,menyayangi,dan hanya percaya diri sendiri saja itu gak cukup hanya 50% dalam hidup. Diejek,dibody shaming, dikatakan 'useless' oleh keluarga mana bisa aku sekuat captain marvel? aku hanya seorang manusia yang banyak kekurangan,kecerobohan,kebodohan, yang mereka katakan 'aku tak layak ada dirumah',itulah alasan aku selalu ada di kamar sepanjang waktu dan keluar pun hanya melaukan ibadah,ambil makan dan minum,serta ke kamar mandi.
Aku mencoba belajar-belajar dan teruss belajar sampai otakku berasap aku sudah tidak peduli dengan mereka yang mengatakan aku lemah,tidak berguna,yang menjatuhiku. Aku belajar hanya dengan buku seadanya dan laptop saja udah bersyukur walau tidak seperti mereka memakai 'sarana dan transportasi'. Aku banyak mengasah kemampuanku yang mungki mereka berpikir aku hanya manusia berpikiran dangkal, tapi aku bisa menghapal dengan 30 menit beberapa hal yang orang lain bilang "ih susah banget tau ini, aku bisanya 2hari", aku bukannya sombong aku hanya cukup bersyukur. Aku sebenarnya bisa melakukan apa yang mereka katakan "dia mana bisa,kamarnya saja berantakan,nilai nya kecil-kecil" aku bisa dan akan selalu bisa dengan dibantu usaha,doa, dan pasrah kepada Yang Maha Esa. Karena, aku tidak ingin ria didepan mereka, seperti mereka saudara kandungku bercerita yang menurutku, mungkin semua orang pernah mengalaminya termasuk aku.
Semoga keadaan ini tidak selamanya, karena aku tidak nyaman seperti ini. Mungkin salah satu dari kalian bisa membaca ini. :)

i know its hurt for you, tapi yang kuat yaa! gapapa, kamu udah kuat kok! kamu cewe kuat! ayoo terus berkarya yaa!
BalasHapussemangat!semangat!semangat!semangat! teh ipi😍😍😍
BalasHapus